Senin, 02 Oktober 2017

Kuta selatan

Kecamatan Kuta Selatan, adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten BadungBaliIndonesia. Luasnya adalah 101,13 km². Pada tahun 2004, penduduknya berjumlah 60.673 jiwa.


Kelurahan
Kecamatan ini mempunyai 6 kelurahan/desa:
  1. Pecatu
  2. Ungasan
  3. Kutuh
  4. Benoa
  5. Tanjung Benoa
  6. Jimbaran


1. Pecatu atau Desa Adat Pecatu adalah sebuah desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta SelatanKabupaten BadungBali. Desa ini terkenal dari objek wisata yang ramai dikunjungi di Bali yaitu Pura Uluwatu dan Tari Kecak, dimana penari-penari kecak tersebut berasal dari warga-warga atau masyarakat desa itu sendiri.

2.Ungasan adalah sebuah desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

3.Kutuh adalah sebuah desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta SelatanKabupaten BadungBali.

4.Benoa adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

5.Tanjung Benoa adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan surganya wahana air seperti banana boatscuba divingparasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup dan penangkaran seekor kura-kuraularjalak bali, dan sebagainya.[1] Sehingga tidak salah kalau Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali.
Aktifitas wahana air sangat tergantung dari kondisi pasang surut air laut yang dikenal istilah pasang purnama dan pasang tilem. Jika kena pengaruh bulan mati (tilem), atraksi wisata laut baru bisa dilangsungkan di atas pukul 11.00 hingga sore. Sebaliknya, kalau terkena pengaruh pasang purnama (bulan penuh), wisatawan bisa memulai aktivitas wisata tirta sejak pagi hari, sekitar pukul 09.00 hingga sore hari biasanya sampai jam 4 sore. Bibir pantai Tanjung Benoa memiliki laut yang aman, nyaman dan indah. Karang lautnya masih lestari, sehingga ombak akan pecah di luar, sebelum menyentuh bibir pantai. Karena itu, di pantai Tanjung Benoa dikenal istilah ''laut dangkal'' dan ''laut dalam''.[2]
Pesisir pantai Tanjung Benoa mencakup tujuh lingkungan/banjar, enam di antaranya masuk wilayah Kelurahan Tanjung Benoa (Banjar Kerta Pascima, Anyar, Tengah, Purwa Santi, Panca Bhineka, dan Banjar Tengkulung), sedangkan Banjar Terora masuk wilayah Kelurahan Benoa. Luas keseluruhannya 400,39 hektar, 226,64 hektar di antaranya adalah luar wilayah Banjar Terora. Dengan demikian luas wilayah Tanjung Benoa hanya 173,75 hektar.[3]

6.Jimbaran adalah sebuah kelurahan yang terdiri dari 12 banjar adat dan 1 banjar dinas di wilayah Kecamatan Kuta SelatanKabupaten BadungBali. Lokasi wilayah ini berdekatan Sanur dan Nusa Dua serta Bandara Internasional Ngurah Rai.
Desa adat Jimbaran pada mulanya merupakan kampung nelayan serta petani. Semenjak di wilayah pantai Jimbaran muncul banyak tempat makan hasil laut (seafood) yang pertama di Bali selatan serta beberapa hotel bertaraf internasional, kini mata pencaharian penduduk lokal lebih ke arah pariwisata.

Daftar isi


  • 1Obyek wisata
  • 2Sejarah
    • 2.1Sejarah pendirian
    • 2.2Peristiwa bom bali 2005
  • 3Galeri gambar
  • 4Referensi
  • 5Pranala luar